Firaun Firaun Digital

Judul: “Firaun-Firaun Kecil di Zaman Digital” Di sebuah zaman yang katanya modern, manusia tak lagi membangun piramida dari batu, tapi dari likes, followers, dan saldo e-wallet. Mereka tak butuh tongkat kerajaan—cukup iPhone terbaru dan segelas kopi mahal yang diunggah ke story. Namanya juga zaman digital, para manusia ini mulai merasa diri seperti dewa-dewa kecil. Mereka duduk di singgasana ergonomis, dengan monitor dua layar dan headset yang menyala-nyala. Mereka mengatur dunia lewat jempol: menghujat, memuja, membatalkan, semua dalam satu swipe. Ada si Firaun Kantoran, yang merasa dirinya paling tahu segalanya. Dia nyuruh-nyuruh bawahannya sambil berkata, “Tanpa aku, perusahaan ini bangkrut.” Padahal, file Excel saja sering lupa disimpan. Lalu ada Firaun TikTok, yang merasa jadi nabi zaman now. Dengan gerakan yang dianggap wahyu, ia menari sambil berkata, “Inilah tren masa depan!” Padahal baru belajar joget dua hari. Tak ketinggalan, Firaun Politik. Ia berjanji akan membawa negeri ke bulan, tapi ternyata malah tersesat ke proyek fiktif. “Rakyatku makmur!” katanya, sambil mengunyah anggaran. Tapi mereka semua lupa—bahwa dulu, Firaun yang asli pun akhirnya takluk pada pasir dan waktu. Bahwa yang sombong hari ini, bisa saja jadi meme besok pagi. Dan di tengah semua itu, Sang Pencipta cuma senyum tipis dari langit, sambil berbisik, “Kapan kalian sadar... bahwa bukan kalian yang Maha?”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumus Hitung Lux Lampu

Rumus Hitung Pompa Pemadam Kebakaran

Generasi Ga Jelas