Kota Becek Warga Nggak Ngecek

Judul: "Kota Becek, Warga Nggak Ngecek" Di sebuah kota yang katanya "menuju kota metropolitan", warganya punya kebiasaan unik: mereka selalu ngeluh soal banjir… sambil nyampah sembarangan. Setiap hujan datang, grup WhatsApp warga langsung rame: > "Duh banjir lagi, kapan pemerintah kerja sih?" "Saluran mampet nih, masa tiap minggu begini?" Tapi lucunya, lima menit sebelum hujan turun, Pak RT ketahuan buang sampah plastik dari lantai dua—langsung ke selokan depan rumah. Bu Darmi, yang suka jualan gorengan, tiap hari nyuci kuali bekas minyak langsung di got. "Biar cepet bersih, nanti juga airnya ngalir sendiri," katanya sambil cuek. Anak-anak muda juga nggak kalah. Mereka bikin mural bertema lingkungan, lalu bungkus cat bekas dan botol plastiknya dibuang ke taman. Ironi? Bukan, mereka bilang itu "ekspresi seni". Pemerintah pun panik. Dibuatlah program "Kota Bersih, Hati Berseri". Tapi pas diadakan kerja bakti, yang datang cuma satpam komplek dan kucing liar. Warganya sibuk—katanya lagi meeting online dari warung kopi. Suatu hari, banjir datang lebih deras. Air nyampe selutut di dalam rumah, dan satu per satu warga live di Instagram sambil bilang: > "Gini nih kalau sistem nggak bener!" Komentar netizen? > "Bro, itu banjir bukan salah sistem, itu salah lifestyle." Moral cerita: Semua pengin kota bersih, tapi nggak ada yang mau nyapu. Pengin selokan lancar, tapi masih buang sisa mie instan ke got. Jadi… kalau hidupmu amburadul, jangan salahin air yang numpang lewat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumus Hitung Lux Lampu

Rumus Hitung Pompa Pemadam Kebakaran

Generasi Ga Jelas