Rapat Inovasi Negri Siluman Kadut
Judul: “Rapat Inovasi Negeri Siluman Kadut”
Tempat: Balai Rapat Serbaguna, lengkap dengan spanduk “Menuju Velocity dan Validasi Spiritual 2045”
Tokoh:
Pak Tumino: Ketua Tim Inovasi Nasional
Mbak Retni: Anak muda S2 luar negeri, semangat membara
Ki Santomo: Dukun senior, penasihat spiritual
Pak Karto: Pejabat birokrasi lama
Mas Yoga: Influencer lokal, spesialis joget kadut
---
Pak Tumino:
"Baik, rapat inovasi hari ini kita mulai. Topik: bagaimana mengejar ketertinggalan teknologi kita dari negara luar."
Mbak Retni:
"Saya usul mulai dari digitalisasi data kependudukan, lalu pelatihan AI untuk pemuda desa—"
Pak Karto:
"Eh, mbak... pelan-pelan. Jangan langsung AI. Kita belum selesai validasi berkas fotokopi KK."
Ki Santomo:
"Saya setuju. Kita butuh keseimbangan energi dulu. Jangan sampai digitalisasi membuka portal dimensi lain."
Mbak Retni:
"Pak, ini mau majukan negara atau jadi film horor?"
Mas Yoga:
"Kalau boleh saran, kita viralkan dulu joget ular kadut, trus dikasih hashtag #VelocityChallenge."
Pak Tumino:
"Bagus! Nanti kita undang menteri buat launching. Tapi jangan lupa, semua peserta wajib puasa mutih dulu, biar berkah."
Mbak Retni (menepuk jidat):
"Saya S2 AI, bukan alumni padepokan santet."
Ki Santomo:
"Tapi kamu belum tahu, AI juga bisa kesurupan kalau nggak dibersihin auranya."
Mas Yoga:
"Betul. Buktinya kemarin laptop saya ngelag pas nyetel lagu dangdut. Jelas itu gangguan energi."
Pak Karto:
"Sudah, kita lanjutkan besok. Tapi sebelumnya kita doa bersama dan tabur bunga di server dinas, ya."
Komentar
Posting Komentar